Perfect Disaster
Hati Luhan haus akan kasih sayang. Dan Jongin memiliki sistem pendengaran yang cukup baik untuk mendengarnya. "Aku mati pun tidak akan ada yang peduli. Aku pergi. Mereka tetap sibuk sendiri."Jongin tersenyum. "Hi," ucapnya masih dengan senyum mengembang. "I care." ForewordA/N :Karena saya adalah penduduk yang lahir dan besar di Indonesia, apa salahnya membuat fic dengan bahasa tanah air tercinta? :D Fic pertama setelah berbulan-bulan cuti nulis, fic pertama di tahun 2014, fic pertama dengan bahasa Indonesia, fic pertama dengan pasangan boyxboy, fic pertama dengan OTP baru (re: KaiLu) =D Terima kasih untuk yang telah berkenan untuk membaca :)